Sebenarnya, sudah lama kalimat ini menggelitik dalam pikiran saya. Tentang susunan kalimatnya, tentang makna yang terkandung di dalamnya, begitupun tentang kebiasaan orang dalam melafalkan dan menuliskannya. Dan sebenarnya, juga tentang asal usul kalimat ini, sekaligus hukum melafalkannya sebagai ucapan idul fithri. Namun, sementara saya hanya ingin mengritisi dari sudut pandang bahasa. Sedikit catatan saya ini mudah-mudahan bisa memberikan tambahan wawasan teman-teman seputar kalimat ini.
Pertama, tentang lafal dan tulisan. Ada beberapa ungkapan yang sudah populer namun tidak pas dalam melafalkan kalimat ini. Seperti ; minal aidzin wal faidzin, minal aizin wal faidzin ato minal aizin wal faizin. Padahal dalam bhs aslinya, teksnya berbunyi:
مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَ اْلفاَئِزِيْنَ
Yang jika ditransliterasikan ke dalam bhs indonesia sekurang-kurangnya berbunyi “Minal ‘aidin wal Faizin”
Kedua, dari susunan kalimatnya. Dhahir kalimat tersebut tidak menunjukkan sebagai jumlah mufiidah (kalimat sempurna) yg setidaknya memenuhi unsur Mubtada’ dan Khabar jika jumlah ismiyah (kalimat yg diawali dgn kata benda), atau fi’il dan fa’il jika berupa jumlah fi’liyah (kalimat yg diawali dengan kata kerja).
Ungkapan tersebut seperti penggalan dari sebuah kalimat. Dan sayangnya...tidak banyak yang mengetahui penggalan awalnya. Meskipun tidak disebutkannya penggalan awal ini barangkali dahulunya orang yang berbicara atau diajak bicara sudah dianggap memahami maksudnya. Penggalan awal dari kalimat tersebut berbunyi:
جَعَلَناَ اللهُ وَ إِيَّاكُمْ
Sehingga kalimat komplitnya berbunyi:
جَعَلَناَ اللهُ وَ إِياَّكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَ اْلفَائِزِيْنَ
“ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faaiziin.”
Ketiga, dari sisi makna. Adalah salah kaprah jika kalimat minal ‘aidin wal faizin diartikan ‘MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN’. Mungkin karena kedua kalimat itu sering atau bahkan selalu disandingkan, maka banyak yang mengira keduanya bermakna sama. Adapun secara harfiah, makna penggalan kalimat tersebut adalah ‘min’ artinya dari (termasuk dari), ’aidin artinya (golongan) orang2 yg kembali (kepada Allah), wa: dan, al-faizin: (golongan) org2 yg berjaya/menang.
Jika digabung dengan penggalan kalimat pertama, arti yang dimaksud adalah “Semoga Allah menjadikan kami dan juga Anda termasuk golongan orang-orang yang kembali kepada Allah dan sukses (dalam mengisi Ramadhan).”
Wallahu a’lam(Abu Umar Abdillah)
http://www.facebook.com/profile.php?id=1465237609